Mengering, Lumpur Lapindo Sulit Mengalir

Aliran lumpur Lapindo menuju Sungai Porong, Sidoarjo, terhambat karena minimnya curah hujan di kawasan tersebut. “Minimnya curah hujan, menyebabkan lumpur tidak bisa mengalir dengan lancar,” kata juru bicara Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Ahmad Zulkarnain saat dikonfirmasi di Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (27/3).

Selain karena keringnya lumpur, hambatan lain yaitu adanya penurunan tanah di sekitar kolam utama. Endapan lumpur kering itu berasal dari pusat semburan sehingga sulit untuk dialirkan ke Sungai Porong.

Hal itulah yang menyebabkan pihak Minarak Lapindo Jaya mengubah skema pengaliran lumpur. Jika sebelumnya, mereka menggunakan kolam utama untuk penampungan lumpur. Kali ini lumpur ditampung melalui cekungan di sebelah timur pusat semburan dan selanjutnya dialirkan Sungai Porong.

“Yang penting lumpur bisa segera dialirkan ke Sungai Porong agar tak mengendap di kolam-kolam penampungan. Karena metode yang lama sudah tidak bisa digunakan lagi,” kata dia. Terlebih posisi saat ini lumpur kering lebih tinggi dibandingkan pusat semburan. Lumpur tersebut sebenarnya bisa dikeruk, namun hingga kini alat untuk mengeruk lumpur kering masih belum ada.(YNI/ANTARA)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: